Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai magnet pariwisata dunia melalui pengembangan lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Proyek ambisius ini bertujuan untuk memeratakan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik agar tidak hanya terpusat di Bali, namun merambah ke berbagai keajaiban alam dan budaya lainnya di Nusantara.
Hingga tahun 2026, infrastruktur di kelima titik ini telah mengalami transformasi signifikan, mulai dari aksesibilitas bandara internasional hingga fasilitas perhotelan berbintang. Wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengeksplorasi kekayaan Indonesia dengan standar pelayanan global tanpa kehilangan sentuhan kearifan lokal yang autentik.
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Danau Toba tetap menjadi ikon pariwisata Sumatera Utara yang memukau dengan lanskap perbukitan hijau dan hamparan air biru yang luas. Sebagai danau vulkanik terbesar di dunia, kawasan ini menawarkan kombinasi unik antara keajaiban geologi dan kekayaan budaya suku Batak yang mendalam.
Wisatawan dapat mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah danau untuk melihat situs budaya seperti Huta Siallagan. Selain itu, pengembangan kawasan Kaldera Toba yang telah diakui UNESCO Global Geoparks memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan edukasi sejarah bumi kepada setiap pengunjung yang datang.
2. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi Borobudur terus bertransformasi menjadi destinasi wisata religi dan edukasi kelas dunia. Dengan aturan baru yang membatasi jumlah pendaki ke struktur candi dan penggunaan alas kaki khusus bernama Upanat, kelestarian batuan candi Buddha terbesar di dunia ini kini lebih terjamin untuk generasi mendatang.
Di sekitar kawasan candi, wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dikelola masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan kehidupan pedesaan Jawa yang tenang, mencoba kuliner lokal, hingga belajar membuat kerajinan tradisional di desa-desa wisata sekitar Borobudur.
3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika telah sukses memposisikan diri sebagai pusat wisata olahraga (sport tourism) di Indonesia berkat kehadiran Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Selain gelaran balap bergengsi seperti MotoGP, kawasan ini menawarkan pesona pantai selatan Lombok yang eksotis dengan pasir putih berbentuk butiran merica.
Bagi pencinta ketenangan, Bukit Merese menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler dengan latar belakang samudera Hindia. Pengembangan kawasan ini juga mengedepankan konsep eco-tourism, menjaga ekosistem pesisir tetap asri meskipun pertumbuhan hotel dan resort terus meningkat pesat setiap tahunnya.
4. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo kini bukan lagi sekadar pelabuhan kecil, melainkan kota pelabuhan modern yang menjadi gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Daya tarik utama di sini adalah petualangan berlayar menggunakan kapal Pinisi (Live on Board) untuk mengunjungi Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pink Beach yang tersohor.
Di daratan, kawasan Waterfront Labuan Bajo telah ditata rapi sebagai ruang publik yang nyaman untuk menikmati pemandangan laut saat senja. Selain bertemu naga purba Komodo, wisatawan juga dapat melakukan diving dan snorkeling untuk melihat keanekaragaman hayati bawah laut yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Likupang merupakan destinasi yang berfokus pada wisata bahari dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Berada di ujung utara Pulau Sulawesi, Likupang menawarkan pantai-pantai perawan seperti Pantai Paal dan Pantai Pulisan yang memiliki pasir putih lembut serta air laut gradasi hijau-biru yang sangat jernih.
Kawasan ini sangat cocok bagi pelancong yang mencari ketenangan dan jauh dari keramaian kota. Pemerintah terus menggenjot pembangunan resor ramah lingkungan di sini, menjadikan Likupang sebagai destinasi masa depan untuk kategori luxury tourism dan konservasi laut di Indonesia bagian timur.
Melalui pengembangan lima Destinasi Super Prioritas ini, Indonesia membuktikan bahwa potensi pariwisatanya jauh melampaui batas satu pulau saja. Setiap lokasi menawarkan karakter unik, mulai dari sejarah peradaban manusia hingga keajaiban evolusi alam yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Bagi para pelancong, tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk kembali menjelajahi Nusantara dengan kenyamanan infrastruktur yang lebih baik. Keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal tetap menjadi kunci agar pesona Indonesia ini dapat terus dinikmati hingga masa yang akan datang.